Panduan Lengkap Manasik Haji

Apa itu manasik haji – Mungkin masih ada sebagian orang yang belum mengerti apa itu manasik haji, padahal ini merupakan perkara penting yang wajib di ketahui oleh calon jamaah haji. Arti manasik haji itu sendiri adalah petunjuk atau penjelasan mengenai bagaimana cara mengerjakan haji yang benar, mulai dari rukun, Sunnah, wajib, syarat haji dengan bantuan miniature Ka’bah. Dan manasik haji dilakukan pada saat sebelum keberangkatan haji sebagai bahan persiapan. Dan saat ini sudah banyak sekali sekolah-sekolah yang menyelenggarakan manasik haji untuk siswanya.

Urutan kegiatan dalam ibadah haji

Urutan kegiatan merupakan salah satu bentuk dan hal yang diajarkan pada saat manasik haji, dimana anda bisa mengetahui urutan cara ibadah haji yang benar. Untuk uraian lengkapnya terdapat pada pembahasan di bawah ini.

1. Sebelum tanggal 8 Dzulhijah

Pada hari sebelum tanggal 8 Dzulhijah, biasanya calon jamaah haji akan berbondong-bondong untuk melakukan Thawwaf Qudum di Masjidil Haram. Dan cara yang benar adalah para jemaah calon haji menggunakan pakaian ihram atau pakaian dua lembar kain tanpa jahitan yang digunakan sebagai pakaian haji. Dan sesuai dengan miqatnya para calon jamaah haji kemudian membaca niat haji, dan membaca Talbiyah.

2. Tanggal 9 Dzulhijah

Pada tanggal 9 Dzulhijah pagi hari, biasanya calon jamaah haji akan menuju ke padang Arafah guna melaksanakan rukun haji yaitu wukuf. Wukuf itu merupakan berdiam diri dan berdoa di padang Arafah. Tujuan dari wukuf di padang Arafah untuk merenungkan kembali perbuatan-perbuatan yang telah diperbuat selama hidupnya. Dengan demikian calon jamaah haji yang melakukan wukuf di padang Arafah, diharapkan mampu menjadi insan yang sadar akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai makhluk ciptaan Allah SWT.

Masih pada tanggal 9 Dzulhijah waktu malam hari yaitu calon jamaah haji akan menuju ke Muzdalifah guna melakukan mabbit atau bermalam. Mabbit di sini berarti berdiam diri dan bermalam di Muzdalifah sebelum tanggal 10 Dzulhijah. Pada bagian sebelah barat Muzdalifah terdapat Masy’aril Haram atau yang sering diebut dengan gunung Quzah. Pada tempat tersebutlah calon jamaah haji melakukan mabbit atau wukuf, minimal sudah melewati waktu tengah malam. Tapi idealnya dilakukan sampai dengan waktu shubuh selesai.

Seperti yang sudah kami sebutkan diatas, jika sebelum pergi ke mina kita harus melakukan mabbit di Muzdalifah terlebih dahulu minimal sampai tengah malam. Jika waktu sudah melewati tengah malam, maka anda sudah bisa untuk melakukan perjalanan ke Mina, dimana kegiatan selanjutnya yaitu untuk melakasanakan ibadah melontar Jumroh. Mina sendiri merupakan salah satu lembah padang pasir yang terdapat di sebelah Timur kota Makkah, kurang lebih sekitar 5 kilometer.

Mina juga mendapatkan sebuah sebutan lain yaitu Kota tenda, karena memang disini terdapat jutaan tenda dari berbagai macam calon jamaah haji di dunia. Biasanya calon jamaah haji akan mendirikan tenda pada tanggal 8 Dzulhijah, lalu pergi ke padang Arafah dan kembali lagi ke Mina. Di Mina terdapat tiga tempat atau lokasi untuk melakukan pelemparan Jumroh yaitu Jumrah Ula, Jumrah Wusta, dan Jumrah Aqabah.

Dan di Mina calon jamaah haji wajib melakukan mabbit atau bermalam yaitu pada malam tanggal 11, dan 12 bagi calon jamaah haji yang melaksanakan Nafar Awal. Calon jamaah haji bisa juga bermalam pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijah untuk melaksanakan Nafar Tsani. Selain itu Mina merupakan tempat untuk melakukan penyembelihan hewan kurban, dan di Mina sendiri terdapat sebuah masjid yang bernama Masjid Khaif. Dimana masjid ini pernah dijadikan Nabi Muhammad SAW untuk melakukan shalat dan khutbah pada saat ibadah haji.

3. Tanggal 10 Dzulhijah

Pada tanggal ini calon jamaah haji melakukan lempar Jumroh sebanyak 7 kali ke Jumrah Aqabah. Tujuan dari pelemparan Jumroh itu sendiri yaitu sebagai simbol untuk mengusir setan. Dan dalam ibadah haji sendiri pelemparan Jumroh tidak hanya dilakukan satu hari saja, melainkan dilakukan dalam beberapa hari. Setelah selesai melempar Jumroh kemudian dilanjutkan dengan tahallul atau mencukur rambut kepala.

Terusan dari pembahasan sebelumnya, adalah ketika calon jamaah haji mengambil Nafar Awal. Maka calon jamaah haji haru melanjutkan perjalanannya ke Masjidil Haram guna melakukan Thawaf Ifadhah. Sedangkan bagi para calon jamaah haji yang mengambil Nafar Tsani, maka calon jamaah haji akan tetap berada di Mina guna melakukan pelemparan Jumroh selanjutnya yaitu Jumroh Wusta dan Jumroh Ula.  Thawaf sendiri berarti mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, dan putaran dilakukan berlawanan arah jarum jam.

4. Tanggal 11 dan 12 Dzulhijah

Pada tanggal inilah dilakukannya pelemparan Jumroh lanjutan, dimana calon jamaah haji akan melakukan pelemparan Jumroh Ula di tugu pertama sampai dengan tugu ketiga. Pelemparan Jumroh ini idealnya dilakukan pada setelah shalat Dzuhur, sambil membaca takbir setiap kali melakukan lemparan. Dan di Sunnahkan setelah melakukan pelemparan Jumrah Ula agar berdiri di samping kanannya, sedangkan untuk pelemparan Jumrah Wusta di sunnahkan untuk berdiri di samping kirinya.

5. Kembali ke Makkah

Setelah melakukan pelemparan Jumrah pada hari-hari Tasyrik tersebut, calon jamaah haji akan kembali lagi ke Makkah untuk melaksanakan Thawaf Wada’ atau Thawaf perpisahan. Hukum dari melakukan Thawaf ini yaitu wajib, sehingga kalau sampai di tinggalkan maka calon jamaah haji wajib untuk membayar dam atau denda. Thawaf ini dilakukan dengan tujuan, agar jamaah haji yang ingin berpulan ke negara masing-masing melakukan perpisahan dengan Baitullah.

Semoga artikel Panduan Lengkap Manasik Haji ini bisa bermanfaat bagi anda, Terimakasih.