Amalan Selama Umrah Yang Perlu Anda Perhatikan

Amalan Selama Umrah Yang Perlu Anda Perhatikan

Amalan Selama Umrah Yang Perlu Anda Perhatikan – Terdapat beberapa amalan untuk umrah yang bisa menambah kemuliaan anda di sisi Allah SWT. Berikut beberapa amalan-amalannya

1.Shalatlah di Masjid Nabawi

Masjid Nabawi merupakan salah satu Masjid Agung yang dimuliakan oleh Allah SWT, ketika anda melakukan ibadah umrah. Tentunya anda tidak boleh melewatkan kesempatan ini untuk beribadah dan melakukan amalan di Masjid Nabawi. Hal ini sudah dijelaskan dalam sabda Nabi Muhammad SAW yaitu “Satu shalat di Masjid saya ini akan lebih baik daripada 1000 shalat di Masjid lainnya, kecuali di Masjidil Haram”.

Bayangkan saja ketika anda shalat satu kali di Masjid Nabawi anda akan mendapatkan pahala sebanyak 1000 kali lipat dibandingkan dengan shalat di Masjid lainnya. jika kita konvesikan ke dalam hari, maka anda harus melakukan shalat selama dua ratus hari berbanding dengan satu shalat di Masjid Nabawi. Untuk itu manfaatkan kesempatan emas tersebut untuk selalu berbuat kebajikan dan mengharap ridha dari Allah SWT.

2. Beribadah di Raudah

Raudah sendiri menurut bahasa bisa diartikan sebagai taman, dan di Masjid Nabawi sendiri terdapat sebuah tempat yang disebut-sebut sebagai taman surga. Hal ini sudah dijelaskan dalam sebuah hadis nabi kurang lebih memiliki makna, bahwa tempat-tempat yanga ada di sekitar rumah Nabi adalah taman-taman surga. Hal ini juga dijelaskan dalam riwayat Thabrani bahwa yang dimaksud dengan rumah saya adalah rumah Aisyah.

Dimana rumah tersebut merupakan tempat dimana Nabi Muhammad SAW wafat, dan saat ini tempat tersebut telah manjadi liang lahat dan kubur dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Hal ini tentunya sudah memperjelas bahwa rumah yang dimaksud adalah rumah Aisyah, karena memang Beliau Nabi Muhammad SAW memiliki beberapa rumah yang ada di sekitara Masjid Nabawi, dan masing-masing rumah tersebut di tinggali oleh istri Beliau.

Dan Raudhah sendiri di anggap sebagai tempat yang paling mulia di Masjid Nabawi, karena itulah memperbanyak ibadah sunnah di sini adalah suatu kemuliaan untuk anda. Anda bisa beribadah dengan cara shalat di raudah, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan kegiatan ibadah lainnya. namun perlu di ingat bahwa anda harus melakukannya dengan khusyu’ dan tidak boleh mengganggu ibadah jamaah lainnya.

3. Berjihad di Masjid Nabawi

Amalan selama umrah selanjutnya yaitu berjihad di Masjid Nabawi, dan yang dimaksud dengan jihad disini bukanlah seperti jihad terdahulu yang harus berjuang berperang melawan musuh. Namun yang dimaksud dengan jihad adalah memerangi hawa nafsu dan terus melakukan kebaikan selama berada di Masjid Nabawi. Karena memang setiap langkah kaki menuju ke Masjid Nabwi itu di anggap seperti orang yang sedang berjihad di jalan Allah SWT.

Sekali lagi untuk di ingat agar anda selalu melakukan kebaikan selama di perjalan menuju Masjid Nabawi. Karena memang Masjid Nabawi sendiri adalah gudang dan pasarnya ilmu, dan sebaiknya orang yang masuk ke dalam Masjid agar mengajarkan ilmu atau dengan menuntut ilmu. Dalam hal ini anda bisa melakukannya dengan membawa Kitab atau Al-Qur’an dan mendiskusikan bersama jamaah lainnya.

4. Ziarah Kubur Nabi

Seperti yang sudah kami sebutkan diatas, jika Maqam dari Nabi Muhammad SAW berada di Madinah. Tentunya dalam agama islam sendiri ziarah kubur sangat dianjurkan sekali, terlebih untuk seorang makhluk yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Dengan berziarah kubur ke Maqam Nabi Muhammad SAW, tentunya akan memberi keberkahan sendiri bagi anda.

Namun perlu di ingat untuk memperhatikan bahwa anda tidak boleh menjadikan rumah seperti kuburan, dan jangan jadikan Maqam Nabi Muhammad SAW sebagai ied. Karena shalawat yang anda panjatkan darimanapun akan diterima. Yang dimaksud dengan Ied disini adalah melakukan ziarah kubur secara terus menerus seolah-olah kita sedang melakukan perayaan. Padahal maksud dan tujuan utama dari ziarah kubur ini yaitu untuk memberikan salam dan shalawat kepada Nabi. Dan seperti yang sudah disebutkan dalam hadist diatas, jika Nabi Muhammad SAW akan selalu menerima shalawat darimanapun anda berada.

5. Shalat di Majid Quba

Umrah sendiri adalah salah satu jenis ibadah yang sangat agung, mungin bagi penduduk Madinah tidak akan kesulitan dalam melaksanakan ibadah umrah. Karena memang jarak Kota Madinah dan Mekkah tidaklah jauh, walaupun begitu tetap saja menyita waku yang cukup lama. Tapi Allah adalah Maha Pemurah dan Penyayang yang telah membukakan pintu bagi mereka untuk mendapatkan pahala seperti umrah dengan amalan yang lebih mudah.

Nabi Muhammad SAW pernah besabda “Barangsiapa bersuci di rumah-Nya, lalu mendatangi Masjid Quba dan melaksanakan shalat satu rakaat disana, maka ia mendapatkan pahal seperti pahalanya orang berumrah”. Bahkan Nabi Muhammad SAW sudah mencotohkan hal ini dengan perbuatannya, yaitu selalu mengunjungi Masjid Quba setiap pekannya.

6. Bersabar dengan rasa lapar dan cuaca

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa cuaca di Madinah sangatlah berbeda jauh dengan cuaca yang ada di Indonesia. Dimana cuaca disana lebih dominan dengan cuaca yang sangat panas, begitu juga sebaliknya bisa sangat dingin. Dengan kondisi cuaca seperti itu, tentunya akan membuat tenaga anda terkuras habis dan menimbulkan rasa lapar.

Tapi di sisi lain bagi orang yang bisa bersabar dalam menghadapi kondisi cuaca tersebut akan mendapatkan sebuah keutamaan dan kemuliaan, seperti sabda Nabi Muhammad SAW “Tidaklah seorang di antara umat saya bersabar akan rasa lapar dan kerasnya Madinah, melainkan saya akan menjadi pemberi syafaat atau saksi untuknya di hari Kiamat” hadist ini termasuk Hadist shahih karena di riwaytkan oleh Muslim

Hal-Hal Yang Dilarang Dalam Ibadah Haji

Hal-Hal Yang Dilarang Dalam Ibadah Haji

Hal-Hal Yang Dilarang Dalam Ibadah Haji – Setidaknya terdapat 10 larangan haji dan dendanya yang wajib anda ketahui, untuk lebih jelas dan lengkapnya silakan simak pembahasan di bawah ini.

1. Setiap laki-laki tidak boleh menggunakan pakaian yang ada jahitan dan menutup kepala
Bagi laki-laki yang melaksanakan ibadah haji, maka dalam proses ibadahnya tidak boleh mengggunakan pakaian yang ada jahitannya. Selain itu laki-laki juga dilarang untuk menggunakan tutup kepala. Ibnu Umar RA, pernah menyampaikan ada salah seorang sahabat yang bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, “ Wahai utusan Allah pakaian apa yang boleh dikenakan bai orang yang berihram?” Lalu Nabi Muhammad SAW menjawab “ tidak boleh mengenakan baju, sobran, celana topi, khuf atau sarung kaki yang terbuat dari kulit, keculai seseorang yang tidak mendapatkan sandal, maka pakailah Khuf, namun baiknya ia memotong bagian bawah dua mata kakinya dan janganlah kamu mengenakan pakaian yang di celup atau pakain berwarna merah”.

 

2. Bagi wanita tidak boleh menutup wajah dan telapak tangan
Saat ini sudah marak sekali yang namanya wanita bercadar, padahal kalau anda ketahui ini merupakan salah satu hal yang merusak haji. Dari Ibnu Umar RA, pernah berkata bahwa Nabi Muhammad SAW besabda “ Janganlah seorang wanita berihram mengenakan cadar dan jangan pula mengenakan kaos tangan”. Namun wanita di bolehkan untuk menutup wajahnya jika ada laki-laki yang lewat di dekatnya.

3. Memotong kuku dan bulu badan
Memang memotong rambut kepala merupakan salah satu hal wajib haji yang harus dilakukan, tapi memotong rambut juga menjadi salah satu larangan dalam ibadah haji. Hal yang menjadi memotong rambut menjadi larangan yaitu dilakukan sebelum binatang hadyu sampai di tempat lokasi penyembelihan. Dengan kata lain sebelum anda melaksanakan semua proses ibadah haji. Walaupun begitu terdapat keringan untuk orang yang memiliki penyakit dengan rambutnya, tapi diharuskan untuk membayar dam atau denda.

4. Membunuh dan memburu binatang darat
Sudah bukan hal asing lagi di telinga kita jika membunuh segala sesuatu adalah hal yang dilarang, begitu juga ketika anda melaksanakan ibadah haji. Maka anda dilarang untuk membunuh binatang, bahkan memburu binatang darat. Apabila hal ini dilanggar oleh anda, maka anda di wajibkan untuk membayar denda dan memberikannya kepada fakir miskin sebanyak 5 sampai 6 liter setiap harinya.

5. Memotong dan mencabut tanaman di tanah haram
Larangan dalam beribadah haji selanjutnya yaitu dilarang untuk memotong dan mencabut tanaman di tanah Haram. Ketika anda melakukan hal ini, maka anda di wajibkan untuk membayar dam atau denda. Dan untuk dam karena melanggar salah satu larangan haji adalah sama dengan membunuh binatang yaitu menyedekahkan 5 sampai 6 liter setiap harinya.

6. Nikah atau menikahkan
Mungkin masih banyak orang yang belum mengetahui hal ini, karena memang mereka lebih beranggapan jika menikah pada saat haji adalah hal yang mulia. Padahal kalau anda ketahui, menikah dalam ihram haji merupakan suatu larangan yang harus anda hindari. Nabi Muhammad SAW bersabda “ Orang yang berihram tidak boleh menikahi, tidak boleh untuk di nikahi, dan tidak boleh melamar”.

7. Bercumbu rayu dan bersetubuh
Bersetubuh dalam agama islam bagi yang belum muhrim merupakan suatu dosa besar, memang bagi yang sudah menikah bersetubuh adalah hal yang wajar. Tapi ketika anda melaksanakan ibadah haji, maka sebaiknya hindari hal ini. Karena memang bersetubuh pada saat haji merupakan suatu larangan yang wajib di hindari. Dan apabila anda melakukan setubuh badan sebelum selesai menunaikan ibadah haji, maka cara bayar dam umrah dan haji yaitu anda di haruskan untuk membayar denda dengan cara menyembelih 7 ekor unta atau 7 ekor kambing.

8. Mencaci maki dan mengucapkan kata-kata kotor
Salah satu dosa yang paling sering dilakukan oleh manusia yaitu dengan mudahnya mereka mengeluarkan kata-kata yang tidak seharusnya. Dan apabila anda sedang melakukan ibadah haji, maka sebaiknya anda menjaga ucapan anda. Terlebih ketika sedang mekakukan Thawaf yang penuh dengan sesak dan desakan, menjaga ucapan sangat penting untuk anda terapkan. Karena ketika anda mencaci maki seseorang dengan kata-kata yang tidak pantas anda diharuskan untuk membayar denda.

9. Menggunakan wewangian dan minyak rambut
Yang dimaksud dengan menggunakan wewangian ini yaitu memakai parfum sebagai bahan wangian. Karena memang saat ini sudah banyak sekali jenis parfum wewangian yang terdapat bahan campuran alcohol. Hal inilah yang membuat menggunakan minyak wangi dan minyak rambut dilarang pada saat menunaikan ibadah haji. Namun menggunakan sabun mandi sebagai alat untuk membuat badan wangi, tidak termasuk ke dalam salah satu hal yang dilarang dalam ibadah haji.

10. Berbuat kekerasan baik berkelahi dan bertengkar
Ibadah haji merupakan salah satu jenis ibadah yang sangat mulia, tentunya anda diharuskan melakukan sesuatu yang baik selama beribadah haji. Dan salah satu hal yang dilarang dalam ibadah haji yaitu berbuat kekerasan seperti berkelahi. Hal ini juga sudah jelas dalam Firman Allah SWT dalam surah AL-Baqarah Ayat 197 yang memiliki arti “ Musim Hjai adalah beberapa bulan yang dimaklumi, dan barangsiapa yang sudah menetapkan niatnya dalam bulan itu untuk mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji”.

 

Terima kasih dan semoga artikel Hal-Hal Yang Dilarang Dalam Ibadah Haji dapat bermanfaat ya

Tips Memilih Biro Umrah Yang Wajib Anda Ketahui

Tips Memilih Biro Umrah Yang Wajib Anda Ketahui

Tips Memilih Biro Umrah Yang Wajib Anda Ketahui

Tips Memilih Biro Umrah Yang Wajib Anda Ketahui– Terdapat beberapa tips memilih biro umrah yang perlu anda perhatikan sebelum memutuskan untuk menggunakan layanan tersebut. Simak ulasan lengkapnya dibawah ini.

1. Pilihlah Travel resmi yang sudah terdaftar di kementrian Agama

Hal pertama yang harus anda pertimbangkan dalam memilih sebuah layanan Travel umrah adalah dari segi perizinan. Untuk perizinan ibadah umrah sendiri tentunya akan di tangani langsung oleh Kementrian Agama. Dan untuk bisa mendapatkan izin resmi dari Kemenag, biasanya layanan tersebut harus memenuhi beberapa syarat yang sudah ditentukan oleh Kemenag yaitu sebagai berikut :

  • Memiliki surat izin tetap untuk usaha pariwisata
  • Memiliki tanda daftar perusahaan
  • Memiliki NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak perusahaan
  • SK Menteri Kehakimah dibuktikan dengan Akta pendirian perusahaan
  • Surat keterangan domisili perusahaan
  • SK Depag sebagai penyelenggara ibadah haji dan umrah
  • Sertifikat anggota Amphuri
  • Sertifikat Lembaga Bisnis Syariah dari Dewan Syariah Nasional MUI.
  • Untuk itu pilihlah biro perjalanan haji dan umrah yang resmi dan sudah terdaftar di Kemenag.

2. Periksa alamat kantor travel

Saat ini semua informasi bisa anda dapatkan dengan mudah secara online, begitu juga untuk pemesanan dan booking perjalanan umrah juga bisa dilakukan secara online. Dalam hal in anda perlu hati-hati sekali dalam memilih Travel umrah, karena masih banyak pihak yang tidak bertanggung jawab dalam mengambil keuntungan tersebut. Untuk itu akan lebih baik jika anda datang langsung ke alamat kantor travel, dengan demikian travel yang anda pilih bisa dipercaya.

tips memilih biro umrah

3. Perhatikan track record dan jejaknya

Sebuah layanan perusahaan biro umrah yang baik, tentunya memiliki jejak yang baik pula dalam hal menangani ibadah umrah. Dalam hal ini anda juga perlu memperhatikan rekam jejak dari perusahaan tersebut, yaitu bisa dengan cara melihat kapan perusahaan tersebut di dirikan. Tentunya dengan pendirian perusahaan yang sudah lama akan memiliki banyak pengelaman dalam hal melayani calon jamaah umrah. Selain itu perhatikan juga sudah berapa kali perusahaan tersebut memberangkatkan calon jamaah untuk umrah, semakin sering dan rutin perusahaan tersebut melakukan pemberangkatan umrah. Maka hal tersebut bisa membuktikan bahwa perusahaan tersebut memiliki nilai kredit yang bagus. Dengan nilai kredit yang bagus tersebut sudah tidak perlu diragukan lagi akan pelayanan yan memuaskan.

4. Jangan tergiur dengan harga murah

Saat ini sudah banyak sekali perusahaan yang menawarkan harga umrah sangatlah murah. Padahal perlu anda ketahui, bahwa travel tersebutlah yang paling banyak melakukan penipuan. Nah dalam hal ini anda perlu memwaspadai hal tersebut dan jangan sampai anda tergiur dengan harga murah yang ditawarkan. Karena memang hal tersebut hanyalah permainan dari perusahaan tidak bertanggung jawab dalam mengambil keuntungan.

5. Mengecek kembali fasilitas yang diberikan

Sebuah travel umrah yang baik, biasanya akan terbuka dalam menyampaikan fasilitas apa saja yang akan diberikan kepada calon jamaah umrah. Selain itu travel umrah yang baik juga akan memberikan penjelasan fasilitas apa saja yang harus dibayar sendiri oleh jamaah umrah. Dalam hal ini penting sekali agar anda memperhatikan dan mengecek ulang fasilitas yang akan diberikan oleh travel umrah. Dengan mengecek fasilitas yang akan diberikan anda tidak lagi merasa kecewa.

6. Cek cara pembayaran

Tips memilih biro umrah selanjutnya yaitu dengan cara mengecek cara pembayaran yang diberikan oleh travel umrah. Biasanya untuk sebuhah travel umrah yang resmi dan mendapat izin dari Kemenag akan menggunakan perbankan sebagai alat transaksinya. Untuk itu pastikan bahwa travel umrah yang nantinya akan anda pilih sudah memiliki rekening bank atas nama perusahaan bukan atas nama pribadi. Dalam hal ini anda perlu hati-hati dengan perusahaan biro umrah nakal yang meminta melakukan pembayaran menggunakan rekening pribadi. Hal ini ditujukan untuk menghindari terjadinya penipuan. Karena memang saat ini sudah marak sekali penipuan-penipuan mengatasnamakan sebuah instansi untuk kepentingan pribadi. Dan untuk menghindari hal tersebut agar tidak terjadi yaitu dengan cara mengecek alat transaksi yang digunakan.

7. Dapatkan informasi dari berbagai sumber

Sebelum anda memilih dan memutuskan untuk menggunakan biro umrah, ada baiknya anda menggali informasi terlebih dahulu seputar travel umrah tersebut. Anda bisa bertanya kepada kerabat atau teman anda yang sudah pernah melakukan perjalan umrah atau bisa juga bertanya kepada teman yang memiliki kenalan perusahaan travel umrah. Tanyakannlah informasi sebanyak mungkin seputar travel umrah, baik dalam bidang fasilitas yang diberikan, atau pelayanan dari travel umrah tersebut.

8. Pembimbing pada saat ibadah umrah

Hal ini juga tidak kalah pentingnya dan harus anda perhatikan, karena memang keberadaan dari pembimbing ibadah umrah sendiri sangatlah membantu sekali bagi jamaah. Dengan adanya pembimbing tersebut, tentunya akan memberikan tata cara umrah yang baik. Selain itu pembimbing umrah juga akan selalu mengingatkan kepada anda agar berbuat kebaikan. Untuk itu pastikanbahwa travel umrah yang anda pilih nantinya sudah menyediakan pembimbing umrah yang akan menemani ibadah umrah anda di tanah suci.

9. Jangan pilih travel umrah yang menjanjikan keberangkatan

Seperti yang kita ketahui salah satu contoh beda haji dan umrah bisa dilihat dari waktu pelaksanaanya. Jika haji dilakukan hanya setahun sekali,tapi lain halnya dengan ibadah umrah yang bisa dilakukan kapanpun. Untuk itu penting sekali agar anda memperhatikan layanan biro umrah yang anda pilih. Dan jangan pilih travel umrah yang menjanjikan keberangkatan terlalu lama, terlebih anda sudah melunasi semua persyaratan yang dibutuhkan. Karena hal tersebut akan sangat beresiko sekali terhadap batalnya pelaksaan ibadah umrah dan menghindari terjadinya penipuan.

Jadi itulah beberapa tips memilih biro umrah yang sangat penting sekali untuk selalu anda perhatikan. Karena travel umrah yang baik juga akan mendukung kegiatan anda selama menunaikan ibadah umrah di tanah suci. Untuk itu pilihlah travel umrah yang sudah memenuhi kriteria diatas.

Terima kasih dan semoga bermanfaat ya

Tata Cara Melakukan Umrah Yang Benar

Tata Cara Melakukan Umrah Yang Benar

Tata Cara Melakukan Umrah Yang Benar – Untuk itu penting sekali agar anda menyimak pembahasan ini dengan baik. Biasanya ini sudah diberikan pada saat anda melakukan kegiatan manasik umrah atau haji. Walaupun begitu terkadang penjelasan panduan umrah yang diberikan dianggap masih kurang jelas. Maka kami sebisa mungkin akan memberikan penjelasan tentang cara umrah dengan sedetail mungkin.

Berikut ini adalah cara untuk melakukan serangkaian ibadah umrah, berikut beberapa urutan kegiatannya :

  1. Pertama-tama sebelum anda melakukan serangkaian kegiatan ibadah umrah, sangat dianjurkan sekali untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum berihram. Baik dengan cara mandi, berwudhu, menggunakan wewangian terbaik, atau memilih menggunakan pakaian ihram terbaik.
  2. Untuk pakaian ihram laki-laki yang dianjurkan adalah dua lembar kain, dimana
  3. kain tersebut akan digunakan sebagai penutup pundak dan digunakan sebagai sarung. Sedangkan untuk wanita pakaian yang disyariatkan adalah pakaian yang bisa menutupi seluruh tubuhnya, namun dalam hal ini wanita dilarang untuk menggunakan sarung tangan dan juga penutup wajah atau cadar.
  4. Setelah anda menggunakan pakaian ihram dengan tepat, maka cara ihram selanjutnya adalah dengan berihram dari miqat sambil membaca niat umrah“Labbaika Umratan” yang artinya “Aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah”.
  5. Ketika anda memiliki kekhawatiran tidak bisa menyelesaikan ibadah umrah sebagaimana aturannya, maka anda diperbolehkan untuk mengucapkan lafal diatas lalu di ikuti dengan membaca lafal berikut “ Allahumma mahilli haitsu habastani”. Jika ada seseorang telah membaca lafal ini, dan pada suatu saat tidak bisa menyelasaikan ibadah umrah atau haji karena sakit atau penghalang lainnya, maka ia tidak diwajibkan untuk membayar dam atau denda.
  6. Tidak ada alat khusus apapun untuk melakukan ihram, namun jika waktu ihram bertepatan dengan waktu shalat, maka tunaikanlah shalat terlebih dahulu baru melakukan berihram.
  7. Nah setelah anda membaca niat umrah, maka dilanjutkan untuk memperbanyak membaca doa atau dzikir
  8. Jika waktu memungkinkan , maka jamaah dianjurkan untuk mandi terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam Kota Makkah.
  9. Ketika anda mulai masuk ke dalam Masjidil Haram, sebaiknya anda mendahulukan kaki kanan terlebih dahulu. Sambil membaca doa untuk masuk masjid.
  10. Selanjutnya yaitu pergi menuju ke Hajar Aswad untuk melakukan Thawaf, ketika anda menghadap ke Hajar Aswad bacalah takbir lalu mengusapnya menggunakan tangan kanan dan menciumnya. Jika tidak memungkinkan untuk mencium Hajaw Aswad, maka anda bisa melakukannya dengan mengusapnya saja lalu mencium tangan yang digunakan untuk mengusap Hajar Aswad tersebut. Dan jika anda masih tidak memungkinkan untuk mengusapnya, anda bisa dengan cara memberi isyarat menggunakan tangan. Namun tidak mencium tangan tersebut.
  11. Sesudah itu lakukan Thawaf sebanyak 7 putaran, dan pada tiga putaran pertama anda di sunnahkan untuk berlari-lari kecil bagi yang memungkinkan untuk melakukannya. Untuk Thawaf yaitu dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir pula di Hajar Aswad.
  12. Selain pada saat melakukan Thawaf anda di sunnahkan juga untuk mengusap Rukun Yamani pada setiap kali melakukan putaran. Dalam hal ini anda tidak dianjurkan untuk menciumnya. Dan ketika anda tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka tidak dianjurkan untuk memberi isyarat.
  13. Ketika anda berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, maka anda di sunnahkan untuk membaca : robbana aatina fid dunya hasanah,wa fil aakhiroti hanasah wa qina ‘adzaban naar.
  14. Pada saat melakukan Thawaf tidak ada bacaan apapun atau dizikir tertentu, namun akan lebih baik melakukan dzikir. Anda bisa membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an.
  15. Nah setelah anda selesai melakukan Thawaf, maka cara selanjutnya yaitu dengan menutup kedua pundaknya lalu segera menuju ke Maqam Ibrahim sambil membaca lafal : wattakhodzu mim maqoomi ibrohiima musholla.
  16. Anda di sunnahkan untuk melakukan shalat thawaf 2 raka’at di belakang Makam Ibrahim, pada raka’at pertama setelah membaca Al Fatihah membaca surat Al Kaafirun, lalu pada raka’at kedua membaca surat Al Ikhlas.
  17. Setelah anda melaksanakan shalat dua raka’at tersebut, maka di sunnahkan untuk meminum air zam-zam dan menyirami kepala anda menggunakan air zam-zam tersebut.
  18. Setelah itu anda kembali lagi ke Hajar Aswad, sambil membaca takbir dan mengusap dan menciumnya jika hal tersebut memungkinkan.
  19. Kemudian masuk kedalam rukun umrah selanjutnya yaitu dengan melakukan sa’I dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah. Jika anda sudah mendekat Bukit Shafa, sebaiknya anda membaca : innash shafaa wal marwata min sya`airillah.
  20. Selanjutnya yaitu mulai dengan menaiki Bukit Shafa, sambil menghadap ke arah Ka’bah dan melihatnya jika hal tersebut memungkinkan.
  21. Bacaan ini idealnya di baca sebanyak tiga kali dan berdoa di antara pengulangan bacaan tersebut dengan doa apa saja yang anda inginkan.
  22. Setelah itu mulailah untuk menuruni Bukit Shafa dan segera menuju ke Bukit Marwah.
  23. Ketika menuju ke Bukit Marwah, anda di sunnahkan untuk berlari-lari kecil atau berjalan cepat dengan sungguh-sungguh di antara dua tanda lampu hijau yang berada di tempat Sa’I atau Mas’a bagi laki-laki, setelah itu mulai untu k berjalan biasa lagi ketika mulai menaiki Bukit Marwah.
  24. Ketika anda sudah sampai di Bukit Marwah, maka kerjakan apa saja sama seperti ketika anda berada di Bukit Shafa.
  25. setelah turun dari Bukit Marwah, bagi laki-laki di sunnahkan untuk berlari-lari kecil di tempat yang sudah ditentukan. Dan ketika sudah mulai menaiki Bukit Shafa berjalan dengan biasa lagi.
  26. Lakukan hal ini sampai dengan tujuh kali dan berakhir di Bukit Marwah.
  27. Pada saat melakukan Sa’I tidak ada doa-doa khusus atau dzikir-dzikir tertentu yang harus dibaca, maka anda diperbolehkan untuk berdo’a, berdzikir, dan membaca Al-Qur’an sesuai dengan apa yang anda kehendaki.
  28. Ketika anda sudah selesai, maka rukun umrah selanjutnya adalah dengan cara bertahallul atau memotong rambut. Minimal rambut yang anda potong sebanyak 3 helai rambut. Namun akan lebih baik, laki-laki memotongnya sampai gundul. Sedangkan untuk wanita diperbolehkan memotong rambut hanya sampai dengan sepanjang ruas jari.
  29. Setelah anda memotong rambut, berarti hal tersebut menandakan ibadah umrah yang anda jalankan sudah selesai. Tapi perlu di ingat juga jika rukun umrah yang terakhir itu adalah melakukannya dengan tertib atau berurutan.

Sekian poin-poin Tata Cara Umroh Yang Benar , semoga bisa bermanfaat. Aamiin

6 Syarat Umroh yang Wajib Anda Ketahui

6 Syarat Umroh yang Wajib Anda Ketahui

6 Syarat Umroh yang Wajib Anda Ketahui – Selain ibadah haji, umroh merupakan salah satu ibadah wajib yang diperintahkan Allah kepada manusia. Walaupun demikian, tidak setiap orang mendapatkan amanat untuk menunaikan ibadah ini. Umroh hanya diwajibkan bagi orang-orang yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu.

Apabila keadaan Anda saat ini telah memenuhi semua persyaratan tersebut, Anda pun harus segera menunaikan ibadah agung ini. Demikian pula sebaliknya, ketika terdapat satu persyarat saja yang belum Anda penuhi, Anda belum diwajibkan untuk melaksanakan ibadah ini. Berikut ini adalah syarat-syarat umroh yang membuat seseorang wajib menunaikan ibadah umroh.

Syarat Umroh :

1. Islam

Ibadah umroh adalah ibadah yang hanya diwajibkan kepada orang-orang muslim, yaitu orang-orang yang memeluk agama Islam. Seorang muslim yang telah memenuhi semua persyaratan umroh wajib menunaikan ibadah, setidaknya sekali dalam seumur hidupnya.

2. Berakal

Ibadah umroh juga diwajibkan kepada seorang muslim yang berakal. Seorang muslim yang tidak sadarkan diri karena sakit, gila, atau karena sebab-sebab lainnya tidak diharuskan untuk menunaikan ibadah umroh, meskipun memiliki harta yang cukup untuk pergi ke Tanah Suci.

3. Balig

Bagi wanita, masa balig ditandai dengan kedatangan haid pertamanya. Adapun, seorang laki-laki dinyatakan memasuki masa balig jika telah mengalami mimpi basah. Selain itu, masa balig juga bisa dinyatakan dengan kemunculan tanda-tanda kedewasaan lain. Misalnya, bentuk tubuh, tumbuhnya rambut di daerah-daerah tertentu, ataupun perubahan suara. Seseorang yang telah berusia 15 tahun juga dianggap balig, meskipun belum mengalami tanda-tanda seperti yang disebutkan sebelumnya.

Seorang muslim yang belum memasuki masa balig tidak diwajibkan menunaikan umroh. Walaupun demikan, dia boleh saja menunaikan ibadah umroh. Hanya saja kelak, ketika dia memasuki usia balig dan dia memenuhi seluruh syarat umroh, dia masih memiliki kewajiban umroh yang harus ditunaikan. Bagi wanita, masa balig ditandai dengan kedatangan haid pertamanya. Adapun, seorang laki-laki dinyatakan memasuki masa balig jika telah mengalami mimpi basah

4. Memiliki Kemampuan

Definisi kemampuan yang membuat seorang muslim wajib melaksanakan ibadah umroh meliputi kemampuan di dalam segala hal. Di antaranya, memiliki harta yang cukup untuk melakukan perjalanan ke Makkah, memiliki perbekalan yang cukup selama perjalanan dan berumroh, telah melengkapi dokumen-dokumen legal yang disyaratkan oleh pemerintah Arab Saudi dan Indonesia atau kewarganegaraan Anda untuk melaksanakan ibadah umroh, serta mampu melaksanakan rukun dan wajib umroh.

Jika Anda memiliki keluarga yang Anda tinggalkan otomatis itu menjadi tanggung jawab Anda, pastikan Anda juga telah meninggalkan nafkah yang cukup untuk keluarga yang Anda tinggalkan selama Anda melaksanakan ibadah umroh.

5. Merdeka

Syarat ini menjelaskan bahwa seorang budak tidaklah diwajibkan untuk menunaikan umroh. Pasalnya, seorang budak memiliki kewajiban untuk mengurus keperluan tuannya. Dengan demikian, jika seorang budak tidak diperkenankan oleh tuannya untuk menunaikan ibadah umroh, dia pun tidak wajib untuk melaksanakan ibadah tersebut.

6. Disertai Mahram (Bagi Wanita)

Syarat umroh yang satu ini merupakan syarat umroh yang paling sering diabaikan oleh kaum wanita. Pasalnya, Allah SWT melarang seorang wanita untuk bepergian jauh tanpa disertai oleh mahramnya. Dengan ini, seorang wanita yang tinggal di luar Tanah Suci dan tidak memiliki mahram untuk menemaninya berumroh pun tidak dibebani kewajiban umroh. Adapun, jikaseorang wanita ini telah telanjur melakukan perjalanan jauh untuk berumroh tanpa mahram, ibadah umrohnya tetap sah. Hanya saja, wanita tersebut telah melanggar salah satu larangan dari Allah.

Nah, sudahkan Anda memenuhi semua persyaratan umroh? Jika semua syarat sudah terpenuhi, didukung dengan waktu serta kesempatan berumroh yang luas, Anda pun dianjurkan untuk segera menunaikan ibadah umroh. Bagaimana pun, bersegeralah untuk melaksanakan perintah Allah karena itu merupakan salah satu bentuk syukur Anda kepada Allah.

Terimakasih, dan semoga artikel 6 Syarat Umroh yang Wajib Anda Ketahui bisa bermanfaat.

Pengertian Umrah Dan Haji

Pengertian Umrah Dan Haji

Pengertian Umrah Dan Haji – Umrah adalah salah satu ibadah sunah yang apabila dilakukan akan mendapatkan kemuliaan disisi Allah SWT. Umroh juga disiratkan di dalam Al-Qur’an sebagai salah satu ibadah maliah atau ibadah yang menuntut adanya pengorbanan harta benda. Meskipun ada beberapa perbedaan mengenai hukum umrah, namun kebanyakan ulama di Indonesia sepakat bahwa umroh hukumnya adalah sunah dan dilakukan sekali seumur hidup.

Sedangkan pengertian haji secara bahasa bermakna al-qoshdu (sengaja/bermaksud) yaitu mengunjungi tempat yang dimuliakan. Secara istilah haji juga bisa diartikan sebagai serangkaian ibadah yang dilakukan pada waktu tertentu dan dengan tata-cara tertentu untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT. Haji merupakan rukun Islam ke-enam dimana itu adalah kewajiban dan menjadi salah satu indikator bagi kesempurnaan keislaman seseorang dengan ketentuan mereka mampu secara lahir maupun batin dalam menjalankannya.

Hukum Haji Dan Umrah
Hukum melaksanakan Haji ialah wajib bagi setiap muslim yang mampu saja, sesuai dengan firman Allah dalam Surah Ali Imran Ayat 97 yang artinya: “Padanya Yang Terdapat Ada Tanda-Tanda Yang Nyata (Di Antaranya) Yaitu Maqam Ibrahin, Barang Siapa Yang Memasukinya (Baitullah Itu) Menjadi Amanlah Dia. Mengerjakan Haji Merpakan Suatu Kewajiban Setiap Manusia Terhadap Allah, Yaitu (Bagi) Orang Yang Sanggup Mengadakan Perjalanan Ke Baitullah. Barang Siapa Mengingkari (Kewajiban Haji) Maka Sesungguhnya Allah Mahakaya (Tidak Memerlukan Sesuatu) Dari Semesta Alam.” (QS Ali Imran: 97).

Sebagai ulama berpendapat bahwa umrah yang hukumnya mutahabah artinya baik untuk dapat ilakukan dan juga tidak diwajibkan. Hadis Nabi Muhammad Saw. Menyatakan Sebagai Berikut: Haji Ialah Fardu Sedangkan Umrah Ialah “Tatawwu.” (A1 Hadis).

Tatawwung Ya maksudnya ialah tidak dapat diwajibkan, tetapi lebih baik dilakukan untuk bisa mendekatkan diri kepada Allah atau juga melakukannya lebih utama daripada meninggalkannya karena tatawwu memiliki ganjaran pahala.

Pengertian Umrah Dan Haji

Perbedaan Haji Dengan Umrah
Ibadah Haji dan Umrah merupakan suatu ibadah yang akan dikerjakan oleh umat Islam di Tanah Suci (Mekkah). Cara melakukan ibadah Haji Dan Umroh tidak akan sama, karena mempnyai perbedaan dari segi rukun Umrah dan wajib Umrah, terkadang masih banyak orang yang belum mengetahui dimana perbedaannya. Berikut ini perbedaan Haji Dan Umrah:

  1. Ibadah Haji dilakukan seumur hidup sekali dalam setahun, lalu sedangkan Umrah dapat dilakukan setiap hari dalam setahun kecuali pada hari ibadah Haji.
  2. Pada pelaksannaan Haji adanya wukuf di arafah (Termasuk Rukun Haji), lalu sedangkan pelaksanaan Umrah tidak ada wukuf di arafah.
  3. waktu pelaksanaan ibadah Haji lebih lama karena ibadah Haji ini lebih banyak memakan waktu dibandingkan dengan ibadah Umrah. karena dalam Umrah, kita hanya butuh 3 pekerjaan saja, yakni berihram dari miqat, bertawaf tujuh kali putaran di sekeliling ka’bah, lalu berjalan kaki antara bukit shafa dan juga marwah 7 kali putaran, dan bercukur rambut lalu kemudian selesai .
  4. Dalam pelaksanaan ibadah haji lebih banyak memerlukan tenaga atau fisik yang lebih baik jika dibandingkan dengan ibadah Umrah, karena dalam ibadah haji kegiatan yang dilakukan lebih banyak dan juga lebih rumit dibandingkan ibadah Umrah.
  5. Hukum ibadah haji ialah wajib sedangkan hukum Umrah adalah sunnah.

Perbedaan dari segi rukun atau wajib haji dengan rukun dan wajib Umrah

Rukun Haji Ada 6 Yakni :

  1. Ihram
  2. Wukuf Diarafah
  3. Tawaf
  4. Sa’i
  5. Mencukur
  6. Tertib

Lalu Sedangkan Rukun Umrah Ada 4 Yakni :

  1. Ihram disertai niat.
  2. Tawaf atau mengelilingi kakbah.
  3. sa’i (Lari-Lari kecil antara bukit safaa atau marwah)
  4. Bercukur atau memotong rambut minimal 3 melai.

Wajib Haji Ada 6 Yaitu:

  1. Ihram disertai niat
  2. Mabit (bermalam) di muzdalifah
  3. Melempar 3 Jumrah, Yaitu : Jumrah Ula, Jumrah Wusta, dan Jumrah Aqabah.
  4. Mabit (Bermalam) di mina
  5. Tawaf Wada’ bagi yang akan meninggalkan mekkah
  6. Menjauhkan diri dari larangan maupun perbuatan yang diharamkan dalam ihram seperti: memakai pakaian berjahit bagi pria, menutup kepala bagi pria dan juga menutup muka bagi wanita, memotong kuku, memakai wangi-wangian, mengadakan akad nikah, bersetubuh, berburu hewan,atau juga mencabut bulu badan.

Sedangkan Wajib Umrah Ada 2 Yaitu :

  1. Ihram dari Miqat
  2. Menjaga diri dari larangan-larangan Ihram yang dimana jumlahnya sama dengan larangan Haji.

Sekian artikel  Pengertian Umrah Dan Haji dan Terimakasih

Hindari Hal Salah Kaprah Saat Umroh

Hindari Hal Salah Kaprah Saat Umroh

Beberapa Hal yang Salah Kaprah dalam Umroh – Banyak sekali pahala serta keutamaan yang bergantung pada ibadah umroh yang kita lakukan sehingga para jamaah pun berlomba-lomba melaksanakan umroh, bahkan banyak yang tanpa disadari melakukan beberapa hal yang diluar dari ketentuan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Setelah kita paham akan pengertian umroh serta pernak-perniknya, kita dapat waspada akan terjadinya salah kaprah dalam memaknai ataupun pelaksanaan umroh tersebut. Jangan sampai ibadah umroh kita menjadi sia-sia dikarenakan ketidak pahaman akan pengertian umroh dengan baik serta terjerumus dalam salah kaprah ataupun bid’ah tersebut.

Baca Juga : Pengertian Umroh
Beberapa hal yang salah kaprah dalam ibadah umroh diantaranya ialah:

Salah Kaprah 1: Doa langsung dikabulkan jika kita berdoa di sekitar Ka’bah
Hal tersebut tidak benar dikarenakan tidak terdapat bukti syariat. Walaupun Anda menemukan sebuah hadis yang membahas hal ini maka hadis tersebut tergolong lemah atau dhaif. Seorang ulama bernama Syaikh Saad Al Humaid mengatakan bahwa pendapat yang menyatakan hal tersebut tidaklah benar karena ibadah harus berdasarkan atas bukti-bukti yang shahih, tidak ambigum, serta Allah tahu yang terbaik.

Salah Kaprah 2: Mencium Batu Hajar Aswad serta berhenti di pertengahan thawaf
Suatu momen bisa mencium Batu Hajar Aswad ialah sunnah yang indah serta menjadi kehormatan untuk orang yang bisa melakukannya. Akan tetapi, dikarenakan banyak sekali orang yang ingin melakukannya bahkan tidak dapat dijangkau dengan mudah atau bahkan sekedar menyentuhnya.

Padahal mencium Batu Hajar Aswad tersebut dapat menyebabkan ketidak nyamanan terhadap jamaah ibadah umroh ataupun haji lainnya dikarenakan kita terpaksa berhenti mendadak di tengah lingkaran dari jutaan jamaah yang sedang bergerak.

Tidak hanya itu, namun juga dapat menyebabkan jamaah terdesak serta jatuh terinjak-injak oleh jutaan orang lainnya. Rasulullah SAW serta semua nabi tidak menyuruh kita untuk melakukan hal tersebut pada saat jumlah jamaah sedang membludak akan tetapi melambaikan tangan dari titik kejauhan di luar kerumumnan sambil mengucapkan “Allahu Akbar”

Salah Kaprah 3: Berdoa dengan suara keras serta serempak
Pada kelompok-kelompok tertentu, bisa jadi mereka beroda dengan suara lantang secara bersama-sama. Padahal hal tersebut bisa menyebabkan jamaah lainnya tidak khusyuk . Lebih baik apabila Anda membaca doa dengan suara pelan atau bisa dalam hati sehingga Anda akan lebih fokus dengan doa yang Anda baca, baik dalam bahasa Arab ataupun bahasa lainnya yang Anda pahami.

Lebih baik juga Anda membaca doa yang Anda pahami maknanya ketimbang tidak Anda mengerti. Jangan sampai Anda salah ketika mengucapkan doa dikarenakan mengikuti orang lain yang bersuara keras serta lantang

Salah Kaprah 4: Membaca doa-doa tertentu setiap putaran saat thawaf
Tidak sedikit para jamaah yang membaca doa-doa tertentu pada setiap putaran thawaf. Doa yang dibaca antara putaran satu dengan yang lainnya berbeda-beda bahkan membuat sebuah buku panduan doa yang mengharuskan jamaah untuk menghafalnya. Padahal hal tersebut tidak dicantumkan pada syariat.

Rasulullah SAW sendiri tidak mencontohkan kepada umatnya untuk membaca doa-doa tertentu pada setiap putaran thawaf. Kita diperbolehkan membaca doa apa saja yang mampu dan hafal.

Doa yang dibaca oleh nabi selama thawaf ialah ketika beliau telah sampai akhir lintasan antara Rukun Yamani serta Batu Hajar Aswad, beliau membaca Rabbana aatina fid dunya hasanatan wa fil aakhirati hasanah wa qinaa adzaa bannar yang berarti Ya Tuhankau, berikanlah aku kebaikan di dunia serta akhirat serta jauhkanlah aku dari api nerakaMu

Salah Kaprah 5: Menyentuh ka’bah, Masjidil Haram, atau Masjid Nabawi agar mendapatkan berkah
Tidak sedikit jamaah yang menyentuh Ka’bah ataupun makam Nabi Ibrahim karena dianggap akan mendapatkan berkah. Padahal hal tersebut tidaklah benar dan bisa dianggap sebagai musyrik.

Karena berkah hanya datang dari Allah SWT serta syafaat hanya dari Rasulullah SAW melalui amalan ibadah sesuai yang telah dicontohkan oleh Beliau bukan melalui tindakan menyentuh, mencium bagian dari ka’bah seperti Batu Hajar Aswad serta Rukun Yamani dan masjid-masjid seperti Masjid Nabawi serta Masjidil Haram

Salah Kaprah 6: Melakukan Shalat 40 rakaat di Masjid Nabawi Madinah
Tidak ada sebuah hadis atau hal yang menyuruh kita wajib menunaikan sholat 40 rakaat di tempat tersebut. Apabila Anda mampu melakukannya, tidak apa-apa dilakukan, karena semakin banyak ibadah yang Anda lakukan maka Insya Allah akan memberikan banyak pahala untuk Anda apabila dijalankan dengan ikhlas karena Allah SWT serta sesuai dengan syariat.

Kalaupun ada sebuah hadis yang menyatakan bahwa dengan melakukan sholat 40 rakaat di Masjid Nabawi akan terbebas dari api neraka, selamat dari siksaan serta terbebas dari kemunafikan, maka hadis ini dianggap lemah atau dhaif.

Tidak pernah ada batasan berapa jam ataupun hari, jamaah bisa tinggal di masjid tersebut, akan tetapi bila hanya dalam waktu singkat saja bisa mengunjungi Masjid Nabawi maka sholat sebanyak rakaat yang Anda mampu pun tidak apa – apa.

Semoga kita dapat memperbanyak melakukan ibadah selama di tanah suci sesuai dengan tuntunan serta kemampuan kita untuk mendapatkan madhotillah azza wa jalla. Aamiin Yaa Rabbal ‘aalamiin.